Artikel

CINTA SAJA TAK CUKUP

28 Agustus 2017, pukul 03:28:35 WIB, Oleh: admin

by: Ustadzah Amala (Staf Pengajar SDIT Insan Kamil Sidoarjo ) 


Rasa cinta dan kasih sayang termasuk hal mendasar; inti dalam pendidikan, bahkan dalam segala aspek kehidupan. Namun ilmu dan pengetahuan tetaplah yang terpenting.

Mau bukti???

Bayangkan anda saat ini hendak dioperasi; menjelang operasi, dokter berbisik pada anda, "harap anda ketahui, saya ini bukan dokter bedah, bahkan sama sekali bukan dokter. Tetapi, saya sangat tulus mencintai pasien dan berharap semuanya sembuh".

Nah tuh! 
Apakah anda akan membiarkan orang seperti itu membedah organ tubuh anda? Tentu saja tidak. Sebab, orang tersebut tiada memiliki " pengetahuan" untuk menggapai harapan tulus demi kesembuhan pasiennya.

Begitu pula kita selaku orang tua dan pendidik, maka sangat diperlukan belajar tentang prinsip-prinsip pendidikan dan berlatih menggunakan sarana-sarananya agar mampu mendidik anak secara tepat.

Dear Allah, semakin mendalami ilmu pengetahuan, maka semakin takjub dibuatNya. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Sebagaimana terdapat dalam surah Al-Kahfi ayat 109, berikut:
“Katakanlah : “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis ) kalimat-kalimat Rabbku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan).

#renungan #renungkanlah

Jika lautan dijadikan sebagai tintanya, maka tetap tidak akan cukup untuk menuliskannya. Hingga detik ini, rasanya malu sekali. Masih sering mengeluh dan kurang bersyukur dalam kesabaran. Bersyukur dalam kesendirian ^^.

Dear Allah, terimakasih atas waktu yang telah Engkau berikan, sehingga hamba bisa mengkaji ilmumu dalam penantian ini. Terkadang diri ini galau, kapan ya jodohku datang? Namun ternyata itu hanyalah bisikan setan yang membuatku galau. Tapi ya jangan menyalahkan setan aja, bukankah tugasnya memang menggoda manusia.

Galau, galau, galau, dan galau! Akhirnya lupa tujuan penantian ini, utamanya adalah muhasabah diri tuk menggapai ridhoNya. Maka dari itu, daripada galau gak jelas mendingan cari kegiatan yang jelas berguna. Sebagaimana hadist berikut:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya)

Belajarlah! Mempelajari suatu ilmu karena Allah itu cermin ketaatan. Mencarinya jihad. Mengkajinya adalah tasbih. Mengajarkannya adalah sedekah, dan membelanjakannya untuk keluarga adalah taqorrub. Ilmu adalah pendamping saat kesendirian dan teman karib saat menyepi.
????????????????????????
Quoted by Mu'adz bin Jabal

Nikmati kesendirian ini demi mempersiapkan kehidupan setelah menikah. Kelak akan ada generasi Islami yang menanti anda, untuk diberikan pendidikan secara kamil (sempurna) baik dari orang tua maupun pendidik.

Pendidikan adalah upaya menyiapkan bekal hidup manusia agar mampu menjalani kehidupan di masa kini dengan tenang, sekaligus mempersiapkan generasi yang tangguh di masa depan.

Generasi insan yang sholih adalah generasi rabbani yang menyembah Allah semata tanpa menyekutukanNya; manusia yang seimbang, baik sebagai makhluk individual maupun sosial; juga sebagai manusia pekerja keras yang berusaha sekuat tenaga menghadapi aneka tantangan hidup, dan meyakini bahwa kerja dalam realitas hidup merupakan ibadah seorang Muslim yang tak berkesudahan; terutama jika dilakukan sungguh-sungguh, ikhlas lillahitaAllah, penuh dedikasi, penuh harap dan cemas.

Mencetak generasi insan sholih memang terdengar Indah, tetapi jauh lebih berat daripada gunung. Mudah untuk sekedar bersemangat mewujudkannya, tetapi berproses mewujudkannya lebih pahit daripada empedu.
????????????????????????
#quote Islami

Teringat olehku akan motto sekolah kami; YPIT Insan Kamil Sidoarjo, mendidik dengan cinta dan keteladanan. Hal ini menjadi dasar bagi para pendidik di bawah naungan yayasan untuk memberikan keteladanan yang didasari ilmu, dengan penerapan kasih sayang. Sebagaimana cara mendidik yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Tak lupa, sebagai upaya pelengkap untuk menjawab tantangan pengantar dari buku ini; mendidik anak di zaman susah. Alangkah lebih lengkap dan bijaksana, sekalian mengupgrade pengetahuan, baik orang tua maupun pendidik agar menyempatkan diri untuk membaca buku ini. Judul bukunya "sentuhan jiwa untuk anak" karya Dr. Muhammad Badri.

Sekian dari saya, hal tersebut di atas hanya secuil ulasan dari buku tersebut. Selamat membaca, update terus pengetahuan kita, demi mencetak generasi islami unggulan di masa depan. 
@perpusda @sidoarjohits @insankamilsidoarjo ^^. 
.
.
.
#muhasabahdiri
#yangpentingnulisdulu
#budayabacabuku



© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418