Artikel

Yuk, Belajar Mengajar Kreatif!!!

17 Maret 2014, pukul 07:18:37 WIB, Oleh: admin

            Seringkali dijumpai seorang guru pendidik belum memahami bagaimana cara mendidik anak didiknya dengan baik dan menyenangkan. Sering pula dari kalangan anak didik juga mengaku merasa ‘jenuh’ pada setiap pembelajaran. Berawal dari permasalahan inilah, maka diangkatlah materi Super Teacher, Guru untuk Pemimpin Masa Depan Sabtu (23/2) di Jalan Agung Suprapto, Sidoarjo. Melalui kedua trainer enerjik Ust. Misbakhul Munir dan Ust. Hamy inilah, para pengajar Insan Kamil mendapat ilmu baru. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, peserta seminar diajak untuk mengambil air minum (gelas aqua) yang disediakan bersamaan dengan snak siang itu. “Dalam hitungan ketiga, silahkan minum”, perintah Ust. Munir. Secara serentak peserta seminar mengikuti aba-aba dari sang pemateri. Peserta kemudian seakan terbawa pada zaman taman kanak-kanak yang mengharuskan melakukan apa saja sesuai perintah guru. “Mengapa dilakukan demikian?”, tanya Ust. Munir kepada peserta. Semua peserta hanya tersenyum dan melongo menunggu jawaban sang Pemateri. Ustadz Unik (biasa kami menyebutnya) memberi alasan bahwa minum adalah salah satu faktor utama agar otak terisi penuh dengan oksigen yang membuat otak anak dapat menerima materi yang diajarkan dengan baik. Setelah minum air putih, peserta seminar selanjutnya diajak menggerakkan anggota badan sesuai dengan aba-aba sang pemateri. Dengan gerakan yang cukup menggelitik peserta, akhirnya ada yang aneh. Peserta seakan terbawa pada dunia taman kanak-kanak yang dulu belum pernah dilakukannya. Selanjutnya, setelah bersenda gurau dengan sang pemateri. Kemudian kami memasuki ke materi inti yakni mengungkap bagaimana seharusnya sikap guru, suara guru, bahkan lelucon guru dalam kelas. Semua harus dihadirkan agar siswa senang. (Belajar sambil bermain.red). Dijelaskan oleh Ust. Misbakhul Munir bahwa potensi otak manusia memiliki satu triliun neuron, 100 milyar sel syaraf aktif, 900 milyar sel pendukung, 10 informasi tiap detik, otak tidak akan penuh, bekerja secepat kilat (tiap-tiap neutron dapat tumbuh hingga 20 ribu cabang). Subhanallah, kecanggihan otak yang sangat luar biasa ini ternyata mampu melebihi hal apapun. Hal inilah yang kurang begitu disadari guru. “Guru patut melihat petunjuk cara penggunaan otak sebelum menggunakannya,”jelas Ust. Munir.  Ustadz Hamy menambahkan “You do what you think?” (seseorang melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipikirkan). Seseorang harus berpikir benar dan tahu cara menggunakannya. Bersamaan dengan fakta-fakta yang pernah dibacanya, yakni diceritakan kisah seorang anak yang mati gantung diri akibat orang tuanya melarang anak yang menginginkan sesuatu dengan cara membentak. Hal ini diungkap bahwa orang tua telah menyentak otak reptilnya yakni otak yang fungsinya untuk mengoperasikan pikiran bawah sadar. Dijelaskan tiga lapisan otak pada manusia yakni Otak Reptil (Batang Otak), Otak Limbik (otak mamalia), Otak berpikir (neocortex). Masing masing otak memiliki daya kemampuan peka sendiri. “Usia 0-8 tahun jadikan anak sebagai raja. Jangan pernah sekali-kali bertengkar di depan anak”, jelas Ustadz berdasi ini. Empat gelombang otak, yakni Beta (13-28 CPS), Alfa (7-13 CPS), Teta (3,5-7 CPS), Delta (0,5,-3,5 CPS). Suara sangat berpengaruh kepada keempat gelombang otak ini. Untuk gelombang Beta, maka kondisi suara seperti orang bersemangat yang akan menjadi kondisi aktif bergerak. Gelombang suara Alfa membuat anak tenang karena gelombang ini berguna untuk relaksasi. Salah satu contohnya adalah saat sang guru menasihati siswa yang telah berbuat kesalahan. Tidak menaati peraturan misalnya. Suara Teta, yakni suara kecil bahkan tanpa suara gunanya membuat pikiran kreatif, genius, penyembuhan hebat, dan inspiratif. Sedangkan yang terakhir yakni Delta, pada gelombang ini tidur nyenyak, penyembuhan alamiah, brain cleaning, dan tumbuh sel-sel baru. Dua belahan otak (Otak kiri dan kanan). Otak kiri : Logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, analisa, STM. Sedangkan Otak kanan: Imajinasi, musik, warna, emosi, bentuk, dan kreativitas. Dua belahan otak ini ada kaitannya dengan solusi bagaimana menghadapi saat anak marah dan berontak karena orang tua telah melaksanakan sebuah komunikasi dan membuat kesepakatan dengan sang anak. “Jika anak marah meminta sesuatu. Tetaplah pada komitmen yang telah disepakati dengan anak. Lalu tanpa banyak bicara, peluklah. Praktikkan time out di rumah. Jangan sering berkata yang tidak konsisten. Sesuatu yang sudah disepakati bersama tidak boleh dilanggar. Oh ya, INGAT! Jangan memberi iming-iming jika anak nangis akibat pelarangan sesuatu yang sudah menjadi kesepakatan. Dengan begitu maka anak-anak akan belajar dengan arti penting sebuah komitmen yang wajib dilaksanakan” tegas Ustadz Munir. Akhirnya hal-hal yang dapat dilakukan orang tua yakni mendorong perkembangan kemampuan anak dan memberikan sebuah lingkungan yang merangsang aktivitas dan fungsi kedua belahan otak kanan dan kiri, membuat anak-anak mereka tertarik pada banyak subjek dan topik sejak dini. (Yuneni Novikawati, R. Amalia, Izza)            


© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418