Artikel

Membangun Karakter Lewat Budaya Literasi Sekolah

24 Maret 2014, pukul 14:56:58 WIB, Oleh: admin

Membangun karakter lewat budaya literasi menjadi pilihan yang pas bagi para siswa di sekolah. Secara sederhana, literasi berarti kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Dalam konteks sekarang, literasi memiliki arti yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kirsch dan Jungeblut dalam buku Literacy: Profile of America’s Young Adult, mendefinisikan literasi kontemporer sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi tertulis atau cetak untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, seorang baru bisa dikatakan literat jika ia sudah bisa memahami sesuatu karena membaca dan melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman bacaannya.

Berbagai kajian menunjukan bahwa menulis memberi banyak manfaat bagi seseorang. Pakar menulis, Caryn Mirriam-Goldberg, Ph. D. (dalam http://yopi-nasir.blogspot.com/2012/03/manfaat-menulis.html, 26/3/2012) mengemukakan manfaat menulis, diantaranya memahami diri sendiri, membangkitkan kepercayaan diri, memunculkan ide dan gagasan sendiri, memberi kontribusi pada orang lain atau masyarakat, dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, menulis dapat dijadikan wadah meluapkan berbagai masalah diri yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Atas dasar itulah maka digerakkanlah budaya literasi di kelas 4. Seluruh anak dalam kelas diberikan waktu oleh guru untuk membaca dan menulis seusai pelajaran. Sekitar 7-10 menitan, anak-anak menuliskan sesuatu di buku diary masing-masing. Buku diary menjadi media pembelajaran untuk kegiatan yang dinamakan kelas menulis itu. Dari situ diharapkan muncul ide-ide dan pengalaman anak karena mereka dibebaskan untuk menulis di diarynya. Selain itu, diharapkan dari hasil tulisan tersebut, karakter anak akan muncul dan semakin menonjol. Keterampilan menulis dalam hal ini mendukung kemampuan berpikir dan nalarnya. Budaya literasi ini rencananya juga akan diteruskan sampai jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu, motivasi dalam hal ini sangat penting. Menempatkan posisi anak sebagai pembelajar menjadi keharusan guru untuk dapat memahami apa yang dilakukan anak, baik yang dibaca maupun yang dituliskannya. Didukung juga dengan keyakinan jika setiap anak bisa membaca dan menulis dengan baik dan benar maka tidak menutup kemungkinan jika budaya literasi akan berlanjut dan mendukung keterampilan lainnya dari siswa.  (Al)   Sumber: http://iproudbemuslim.blogspot.com/2011/08/definisi-atau-pengertian-literasi.html http://membangunjiwa.blogspot.com/2012/03/membudayakan-menulis-bagi-mahasiswa.html


© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418