Artikel

“Pay It Forward”

05 Juni 2015, pukul 13:51:46 WIB, Oleh: admin

Ketika menyebutkan kata “pay it forward” maka banyak orang kemudian akan menyangkutkan pada sebuah film yang rilis di tahun 2000. Sebuah film yang bercerita tentang program kebaikan yang dicetuskan oleh seorang anak dalam menjawab soal yang ditanyakan oleh guru dalam salah satu sesi pembelajaran di sekolah. Sang Guru meminta para siswa untuk membuat program nyata demi mewujudkan dunia yang lebih baik. Idenya simple, dimulai dengan sebuah memberikan bantuan kepada orang yang dirasa membutuhkan. Bantuan tersebut bukannya tanpa pamrih. Sebagai balasannya, orang yang telah dibantu tersebut diharapkan membalas bantuan yang diberikan kepada tiga orang lain yang membutuhkan bantuan. Bagi seorang muslim, konsep “pay it forward” seharusnya sudah melekat dalam akhlaq keseharian. Telah banyak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, bagaimana tingginya akhlaq peduli dan berbagi yang mereka miliki. Salah satunya adalah kisah berikut ini yang sudah sering dibagikan dalam berbagai kesempatan. Kisah interaksi Nabi Muhammad SAW dengan seorang lelaki Yahudi buta di salah satu sudut kota Madinah. Bagaimana Rasulullah setiap harinya menyuapi sepenuh hati, menerima setiap sumpah serapah yang dikeluarkan oleh lelaki Yahudi tersebut. Bahkah, karena kondisi gigi lelaki Yahudi itu yang sudah tidak utuh lagi Rasulullah berkenan mengunyahkan dulu makannya sehingga lebih memudahkan lelaki Yahudi itu untuk memakannya. Tidak ada keluh kesah, kemarahan ataupun kesedihan yang tergambar dari diri Rasulullah setiap menjalankan aktivitas ini. Hal ini tercermin dari penerimaan lelaki Yahudi atas setiap makanan yang disiapkan oleh Rasulullah sehingga ia dapat merasakan perbedaannya ketika pada suatu hari hadir orang lain yang menggantikan aktivitas Rasulullah tersebut. Hingga pada akhirnya, lelaki Yahudi menyadari makna kehadiran Rasulullah dan berbuah keIslaman dirinya ketika Rasulullah wafat. Jika kita gali lagi, sangat banyak contoh yang mengajarkan kita tentang kepedulian dari generasi para sahabat. Maka, penanaman karakter ini seharusnya bukanlah sebuah pekerjaan yang asing, karena sedemikian banyaknya contoh yang dapat kita tiru. Apalagi bila kita menyerapi slogan yang kita miliki dalam institusi kita ini, “mendidik dengan cinta dan keteladanan”. Keteladanan menjadi salah satu point penekanan, yang jika dapat berjalan dengan baik maka bukan tidak mungkin mimpi sederhana yang terbersit dalam ruang kelas yang kemudian memunculkan konsep pay it forward dapat bertumbuh dan terlahir dari salah satu ruang kelas kita. Sehingga semangat untuk menebarkan kebaikan dan kepedulian kepada sesama terus bertumbuh dan bersinar dalam diri-diri anak didik kita. Semangat Berbagi dan Peduli!!! (by admin)


© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418