Berita

Ustaz Rofi’ Munawir, Lc: Solusi Menghadapai Pengaruh Globalisasi Dengan Keluarga Qurani

20 November 2017, pukul 08:06:33 WIB, Oleh: admin

Di Gedung KBIH Rahmatul Ummah, Sidoarjo pada Sabtu (18/11/2017), Ustaz Rofi’
Munawir, Lc., berbicara tentang keluarga Qurani. Dalam Quran disebutkan ada 4 model
keluarga, antara lain:
1. Model keluarga yang suaminya baik, istri durhaka, seperti kisah Nabi Nuh dan Nabi
Luth.
2. Model keluarga yang istrinya baik, suami durhaka, seperti kisah Fir’aun.
3. Model keluarga yang istri dan suaminya baik, seperti kisah Nabi Ibrahim.
4. Model keluarga yang istri dan suaminya durhaka, seperti kisah Abu Lahab.
Nah, kita ingin memilih yang mana?

Parenting akbar ust Rofi Munawwar
Sejak Presiden Jokowi menyebut generasi milenial, diadakan survei terhadap hal yang
paling disukai generasi milenial. Pertanyaannya adalah “Apa kecenderungan yang paling
disukai generasi milenia?” Jawabannya adalah olahraga.
Agama ada di urutan ke-7 dengan prosentase 7% dari jumlah 100 responden.
Kewajiban mukmin terhadap Quran minimal ada 6, antara lain:
1. Mengimaninya atau meyakini Quran. Keimanan terhadap Quran itu global dan
terperinci.
Bab 1 Quran dibuka dengan pembukaan, yakni QS. Al-Fatihah
Bab 2 Quran merupakan kesimpulan. Alif lam mim, tidak ada keraguan di dalamnya.
Intinya adalah bila kita seorang mukmin maka harus meyakini kebenarannya.
2. Membacanya. Quran adalah satu-satunya kitab yang memiliki kaidahnya
3. Merenungkannya atau mentadaburinya. Untuk melaksanakan isi Quran kita butuh
pembuktiannya. Meskipun kadang hal tersebut juga tidak selalu terjadi.
4. Mengamalkannya
5. Mendakwahkannya
6. Menghafalkannya
Keenam hal tersebut mari kita bawa dalam keluarga kita. Dimana posisi Quran dalam
keluarga kita?
Dalam Quran ada 3 bentuk transformasi:
1. Nasihat

Dalam Quran tidak dijumpai kisah seorang ibu menasihati anaknya tetapi yang
dijumpai adalah ayah menasihati anaknya. Dalam Quran pun diabadikan seorang ayah
yang bukan nabi atau rasul tetapi kisahnya diabadikan, yaitu keluarga Luqman.
Luqman menasihati anaknya dengan pendekatan yang luar biasa yang membuat
anaknya kemudian tunduk padanya.
Pendekatan tersebut diawali dengan penyebutan baik.
Luqman menyebut anaknya dengan panggilan terbaik, yaitu wahai anakku tersayang.
Kedua, Luqman mengatakan ‘jangan’ untuk menasihati anaknya.
Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran ayah dalam keluarga.
2. Pendekatan Uswatun Hasanah
Rasulullah merupakan sosok yang dikagumi Presiden Soekarno sebab beliau adalah
orator yang terbaik.
Orasi terbaik Rasulullah adalah orasi yang dilakukannya saat haji wada’. Namun
meski begitu Allah tidak menyebutkan tentang Rasulullah yang pandai dalam
berorasi. Justru Allah menyebut Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah.
3. Doa
Surat Ibrahim ayat 35-41 berisi tentang doa-doa Nabi Ibrahim terkait anak-anaknya.
Nabi Ibrahim selalu melibatkan keluarganya dalam doa-doanya.
Sudahkah kita mengenal anak-anak kita? Mau diapakan anak-anak kita? Lantas, mau dibawa
kemana anak-anak kita ini?
Sebagai penutup, Ustaz Rofi’ memberi penguatan dengan membacakan terjemahan Surat Al-
Maidah: 105, “Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu, karena orang yang sesat itu
tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah
kamu semua akan kembali, kemudian Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan.”



© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418