Artikel

CINTA SAJA TAK CUKUP

by: Ustadzah Amala (Staf Pengajar SDIT Insan Kamil Sidoarjo )  Rasa cinta dan kasih sayang termasuk hal mendasar; inti dalam pendidikan, bahkan dalam segala aspek kehidupan. Namun ilmu dan pengetahuan tetaplah yang terpenting. Mau bukti??? Bayangkan anda saat ini hendak dioperasi; menjelang operasi, dokter berbisik pada anda, "harap anda ketahui,…


Bukan Salahmu Nak

@amalah.ch Matanya mulai memerah, air mata mulai antri turun membasahi pipinya. Mata kantuk tetap ditahannya, berusaha memahami materi ajar sambil menahan pedih di hatinya. Hanya karena lisan orang tuanya. Kasusnya mirip dengan pembunuhan karakter anak, lebih tepatnya mental seorang anak yang masih di bawah umur. Sekecil sudah mendapatkan perlakuan yang…


Penanaman Adab-adab (Nilai-Nilai) Islami Pada Anak (Seri I)

Derasnya arus informasi dan juga sumbernya yang semakin beragam memberikan peluang bagi tersampaikannya beragam informasi yang semakin borderless. Hal ini tentunya menjadi hal yang positif di satu sisi, namun juga tidak sedikit potensi efek negatifnya di sisi yang lain. Jika tidak ada penyaringan dan penanaman nilai yang kuat pada anak sedari dini, akan berakibat pada bias pemahaman dan selanjutnya lunturnya karakter Islami dalam diri anak. Karena seorang anak, yang masih layaknya seperti kertas putih polos, maka celupan warna-warna di sekelilingnyalah yang nantinya akan memberi efek pada pembentukan karakter pribadinya. Nilai dalam KBBI diartikan sebagai kadar, mutu, atau sifat yang penting dan berguna bagi kemanusiaan. Dalam makalahnya, Muhtadi menyampaikan pemahaman lain mengenai nilai yang mengutip pernyataan Light, Keller, & Calhoun (1989: 81). Terdapat batasan tentang nilai sebagai berikut: “Value is general idea that people share about what is good or bad, desirable or undesirable. Value transcend any one particular situation. …Value people hold tend to color their overall way of life”. (Nilai merupakan gagasan umum orang-orang, yang berbicara seputar apa yang baik atau buruk, yang diharapkan atau yang tidak diharapkan. Nilai mewarnai pikiran seseorang dalam situasi tertentu. .... Nilai yang dianut cenderung mewarnai keseluruhan cara hidup mereka). Muhtadi kemudian memberikan simpulan atas makna nilai, yaitu sebagai sesuatu yang diyakini kebenarannya dan dianut serta dijadikan sebagai acuan dasar individu dan masyarakat dalam menentukan sesuatu yang dipandang baik, benar, bernilai maupun berharga. Nilai merupakan bagian dari kepribadian individu yang berpengaruh terhadap pemilihan cara maupun tujuan tindakan dari beberapa alternatif serta mengarahkan kepada tingkah laku dan kepuasan  dalam kehidupan sehari-hari. Maka nilai yang dianut oleh seseorang terbentuk atas dasar pemahamannya atas suatu kondisi atau keadaan. Menurut Psikolog Anak dari Yogyakarta, Miftahul Jannah, M.Si, Psikolog terdapat tiga tahapan untuk penanaman adab dalam proses tumbuh kembang anak, tahap pertama dari anak usia TK hingga usia 7 tahun ada pada tahapan pembiasaan, sedangkan dari usia 7 - 10 tahun adalah tahap pendisiplinan/penertiban, baru setelah anak berusia diatas 10 tahun anak dapat dilepas untuk menjalankan aktivitas keseharian dengan penanaman adab KeIslaman yang telah ditanamkan sebelumnya. Hal ini seirama dengan tahapan pendidikan anak yang dibagi dalam 3 tahapan. Tahap pertama anak usia 0 - 7 tahun perlakukan anak sebagai raja, berikan perlayanan dan perhatian terbaik kita kepada anak. Maka seperti itulah yang terjadi di jenjang pendidikan KB dan TK. Anak mendapat perhatian besar dari ustadzahnya. Tahapan kedua usia anak 8 - 14 tahun perlakukan anak sebagai tawanan. Makna tawanan disini adalah, pada tahapan ini, anak ditanamkan tentang hak dan kewajiban. Penekanan akan nilai - nilai yang ingin dimiliki oleh anak, ditanamkan pada periode ini. Dan tahapan terakhir anak usia 15 - 21 tahun perlakukan anak seperti sahabat. Pada tahapan ini, anak diharapkan sudah memiliki nilai - nilai keIslaman dalam dirinya. Secara sadar telah menjadikan nilai tersebut sebagai prinsip hidupnya. Mengacu pada pemaparan tersebut, maka penanaman budaya Insan Kamil perlu adanya tindakan penertiban paling tidak hingga anak berusia 10 tahun atau kelas 4 SD sehingga adab/nilai yang ingin ditanamkan ke dalam karakter anak benar-benar tertanamkan dengan baik sehingga menjadi sebuah kebiasaan atau kecakapan dalam bertingkah laku. Dan tentunya, yang paling utama dari semua itu adalah KETELADANAN. Nafas dari penanaman adab/nilai keIslaman agar dapat merasuk dan kemudian menjadi karakter anak adalah melalui keteladanan, yang senantiasa diberikan oleh orang-orang dewasa di sekelilingnya.   >semangat pembelajar< By : R & D Development team


“Pay It Forward”

Ketika menyebutkan kata “pay it forward” maka banyak orang kemudian akan menyangkutkan pada sebuah film yang rilis di tahun 2000. Sebuah film yang bercerita tentang program kebaikan yang dicetuskan oleh seorang anak dalam menjawab soal yang ditanyakan oleh guru dalam salah satu sesi pembelajaran di sekolah. Sang Guru meminta para…


Pengetahuan, Rasa Ingin Tahu dan Membuka Pikiran

Pengetahuan kita tentang Allah dan apa yang diciptakan-Nya sangat terbatas, sedangkan pengetahuan-Nya tentang diri dan ciptaan-Nya tidak terbatas. Luasnya pengetahuan Allah tentang diri dan ciptaan-Nya dapat diketahui, misalnya, dari firman-Nya di dalam Surat Al Kahfi, ayat 109, dan Surat Luqman, ayat 27. Di dalam Surat Al Kahfi, ayat 109, Dia…


SEKOLAH SEBAGAI PELOPOR GERAKAN LITERASI

Menjadikan sekolah sebagai pelopor gerakan literasi merupakan pilihan yang tepat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu menampung aspirasi dan ide-ide kreatif siswa, guru serta seluruh komponen di dalamnya. Apalagi jika hal tersebut disinergikan dengan proses belajar-mengajar, akan membuat proses tersebut menjadi lebih hidup dan bermakna. Idealnya, sebuah sekolah merencanakan program-program…


Membangun Karakter Lewat Budaya Literasi Sekolah

Membangun karakter lewat budaya literasi menjadi pilihan yang pas bagi para siswa di sekolah. Secara sederhana, literasi berarti kemampuan membaca dan menulis atau melek aksara. Dalam konteks sekarang, literasi memiliki arti yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kirsch dan Jungeblut…


Yuk, Belajar Mengajar Kreatif!!!

            Seringkali dijumpai seorang guru pendidik belum memahami bagaimana cara mendidik anak didiknya dengan baik dan menyenangkan. Sering pula dari kalangan anak didik juga mengaku merasa ‘jenuh’ pada setiap pembelajaran. Berawal dari permasalahan inilah, maka diangkatlah materi Super Teacher, Guru untuk Pemimpin Masa Depan Sabtu (23/2) di Jalan Agung Suprapto,…


PARENTING NABAWIYAH

(Sebagai upaya mensinergikan visi misi orang tua dan guru)   “14 Abad yang lalu, seorang manusia pilihan telah diutus di tengah umat manusia, yang begitu luhur budinya, tidak hanya sahahabat bahkan musuhnyapun mengakui kearifan dan kejujurannya. Dialah Muhammad SAW yang diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam” Itulah prolog Master…


Hati-hati!! 10 Bahaya Laten MENTAL MANUSIA

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa"…



© 2016 LPIT Insan Kamil Sidoarjo Alamat: Jl. Pecantingan RT 12/ RW 4 Sekardangan Sidoarjo, Kode Pos: 61215

Telp LPIT : (031) 8956418 Telp KB/RA IT : (031) 8956434 Telp SDIT : (031) 8056949 Telp SMPIT : (031) 8076237 Fax : (031) 8956418