MENGENALMU LEWAT SUARA

Oleh :

Nurhidayati Shalihah, S.Pd.I

Pembelajaran jarak jauh, proses pembelajaran yang saat ini dijalani peserta didik di masa Pandemi Covid 19. Pembelajaran yang mengharuskan peserta didik berada di rumah dan harus menggunakan fasilitas teknologi sebagai penunjang proses pembelajaran yang dilakukan.Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 lebih dari tiga pekan telah dijalani oleh peserta didik dengan metode daring (dalam jaringan).

Masa-masa awal pembelajaran yang merupakan masa pengenalan peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan guru atau pendidik terhadap peserta didik, yang tidak bisa dilakukan secara langsung dengan adanya pandemi ini. Utamanya bagi jenjang pendidikan yang berbeda dari tahun sebelumnya seperti dari jenjang PAUD menuju ke SD atau dari SD menuju ke SMP. Sesuatu yang cukup dilematis bagi perubahan yang harus dilakukan berkaitan dengan konten pembelajaran, fasilitas maupun kompetensi yang harus dilakukan secara virtual.

Kondisi ini mengharuskan pendidik melakukan metode pembelajaran dengan berbagai aplikasi, diantaranya pertemuan melalui Whats App, Video call, Zoom, G meet, G Classroom maupun Voice Note. Diantara aplikasi yang ada, Voice Note adalah salah satu yang cukup sederhana. Dan ini banyak digunakan untuk penyampaian tugas-tugas dalam bentuk bacaan seperti hafalan Al Quran, Literasi maupun Tematik.

Voice Note mungkin sederhana, namun dari aplikasi yang sederhana ini ada banyak hal yang bisa kita gali dari anak-anak ideologis kita. Melalui Voice Note selain kita bisa menilai kompetensi peserta didik pada mata pelajaran yang mereka sampaikan, dari suara mereka kita berusaha mengenal dan memahami karakter setiap peserta didik. Ada peserta didik yang begitu bersemangat dan percaya diri dengan suaranya yang menggebu-gebu, ada yang perlu digali lebih dalam melalui motivasi atau mereka yang masih membutuhkan bimbingan karena penuh keragu-raguan.

Kegiatan ini menjadi menarik saat kita benar-benar melakukannya. Dan ini kami alami dalam pembelajaran Literasi yang terintegrasi dengan PAI yang kami sampaikan pekan lalu. Bagaimana dari suara-suara mereka saat membaca terjemah QS Al Fatihah, begitu menyentuh nurani kami. Dari suara-suara jernih yang kami dengar “memaksa” kami untuk dapat mengenal, menyelami dan memahami karakter mereka sehingga kami berharap bisa saling menautkan nurani untuk proses pembelajaran selanjutnya. Ada banyak harapan diantara rimba belantara pandemi. Satu hal yang pasti, selalu ingin berusaha untuk pantang menyerah. Bercermin dari semangat salah satu anak ideologis kami, yang tak pernah menyerah meski harus mengulang, mengulang dan mengulang tugas yang harus disampaikan. Masyaa Allah, Allahu Akbar….

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *