Penanaman Konsep dalam Pembelajaran Matematika Secara Virtual

Penanaman Konsep dalam Pembelajaran Matematika Secara Virtual

Oleh :

Pertiwi Nurjaya

Tahapan dalam pengajaran Matematika adalah konkret, semi konkret, dan abstrak.

Sebelum pandemi, tahapan pembelajaran tersebut sangat mudah lakukan, karena media pembelajaran bisa disiapkan dan dilihat anak-anak dan dipraktekkan langsung

Namun untuk saat ini, tahapan pembelajaran matematika membutuhkan inovasi karena dilakukan secara virtual. Bagaimana pembelajaran matematika yang disajikan secara virtual bisa tetap dipahami oleh semua anak didik?

Langkah – langkah yang perlu dilakukan adalah :

1. Menyiapkan metode pembelajaran yang tepat.

Maka agar metode pembelajaran tepat , maka harus dibuat perencanaan dari mulai silabus dan RPP yang sesuai.

2. Membuat video yang isinya terdiri dari apersepsi, penanaman konsep, dan refleksi.

Sebagai salah satu sekolah anggota JSIT maka penanaman nilai karakter harus tetap ada dalam video tersebut terutama nilai-nilai keislaman.

Untuk menarik anak-anak, maka apersepsi bisa di lakukan adalah dengan membuat Sosio drama. Harapannya, anak-anak tertarik dengan materi yang akan diberikan.

Untuk penanaman konsep secara konkret, anak-anak juga menyiapkan bahan untuk pembelajaran.

Contoh pembelajaran pecahan, mereka menyiapkan bahan makanan, buah, dan kertas lipat.

Makanan dibagi menjadi beberapa bagian sehingga nampak bahwa mereka belajar tentang pecahan secara konkret.

Kemudian mereka membuat pecahan di kertas lipat dengan cara mengarsir nilai pecahan tertentu. Hal ini merupakan tahapan semi konkret.

Penanaman nilai karakter kami berikan mulai dari tahap apersepsi yaitu dengan sosiodrama, penanaman konsep, dan refleksi dengan memberikan beberapa ayat Al Quran dan hadis yang sesui dengan materi.

Harapannya anak-anak senang belajar matematika karena mereka merasa dengan belajar matematika mereka juga belajar tentang Islam.

3. Langkah ketiga pembelajaran online melalui g meet.

Saat pembelajaran online ini siswa sudah menyiapkan bahan-bahan yang diberikan sehari menjelang pembelajaran.

Contohnya adalah saat materi pecahan senilai.

Media yang disiapkan anak-anak adalah makanan atau buah yang bisa diiris sebanyak tiga, kertas lipat, dan pisau.

Kemudian guru memberikan instruksi apa yang harus mereka lakukan.

1. Mereka memotong 3 kue pertama menjadi 2 bagian sama besar, kue kedua menjadi 4 bagian sama besar, dan kue yang ke tiga menjadi 8 bagian sama besar.

2. Mereka mengambil kue yang pertama. Yang nilainya adalah setengah. Maka instruksi selanjutnya adalah mengambil beberapa potong dari kue yang kedua dan kue yang ketiga sehingga besarnya = potongan kue yang pertama.

Disinilah tahapan konkret terlihat.

Bisa dilihat bahwa ternyata pecahan 1/2 = 2/4 = 4/ 8.

Setelah anak-anak selesai dengan penanaman konsep secara konkret maka guru akan melanjutkan dengan konsep semi konkret melalui powerpoint disampaikan ke anak-anak.

Tidak lupa nilai-nilai keislaman dan manfaat belajar tentang pecahan senilai kita berikan sehingga anak-anak paham apa fungsinya belajar pecahan senilai di kehidupan yang nyata.

Mereka juga tahu bahwa ternyata pecahan di dalam Al Quran dan hadits juga disebutkan.

Membuat mereka terampil tentang pecahan senilai maka guru memberikan beberapa tugas yang mereka kerjakan kemudian dikirim di Google classroom. Di Google Classroom guru bisa langsung menilai dan memberi masukan jika ada pekerjaan anak-anak yang salah.

Ini adalah salah satu contoh proses pembelajaran virtual yang diberikan kepada anak-anak. Video juga diberikan kepada anak-anak agar bisa lebih paham tentang materi pembelajaran hari ini dan agar siswa yang tidak bisa mengikuti kelas online tidak tertinggal dengan materi yang berikan.

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *