TANAMKAN PEMAHAMAN COVID-19 MELALUI DARING

Oleh :

Ani Qotul Uhbah

Bismillahirrahmaanirrahiim


Wabah Covid-19 membawa dampak tersendiri bagi bangsa Indonesia. Seluruh sektor kehidupan hampir dipastikan kena dampaknya.

Dalam dunia pendidikan yang terjadi saat ini adalah UN dihapuskan, Ujian Sekolah berlangsung secara online dari rumah, pembelajaran sehari-hari juga melalui online (Daring), beberapa program kegiatan sekolah tertunda pelaksanaannya dan penyerahan hasil belajar tengah semester dilakukan online oleh beberapa sekolah di tanah air.

Selama belajar di rumah, para siswa menggunakan media online sebagai sarana belajar jarak jauh. Pembelajaran tetap dilakukan sebagaimana hari-hari biasanya oleh guru dan orang tua di rumah. Semua tugas telah didesain sedemikian rupa oleh guru dan sekolah agar pembelajaran tetap maksimal walau tidak bisa bertatap muka.

Hal ini dirasakan terlalu rumit pada awalnya. Khususnya para orang tua, yang biasanya hanya fokus dengan tugas-tugas kantor dan tugas rumah tangga, kini mereka harus menjadi guru di rumah untuk buah hati tercinta. Karena semua tugas yang diberikan menuntut pendampingan penuh para orang tua di rumah agar tugas-tugas belajar dapat diselesaikan dengan maksimal oleh anak. Kini mereka harus membagi fokus antara kerjaan, tugas kerumah tanggaan dan tugas Daring anak-anaknya.

Guru pun mengalami hal yang sama, di tahap awal merasakan kerepotan yang berarti. Karena mereka harus menyiapkan pembelajaran online, melayani pertanyaan siswa dan orang tua sepanjang waktu dan memanaj kelas melalui grup dalam waktu bersamaan. Kreatifitas dan waktu guru diminta lebih di masa-masa Daring ini.

Sangat dirasakan bagi anak-anak yang masih berusia PG, TK dan SD. Semua tugas harus ada pendampingan orang tua agar maksimal dalam pengerjaan dan penuntasan. Bagi anak-anak usia SMP dan SMA pendampingan tetap dibutuhkan lebih pada penuntasan target ibadah, sikap dan penggunaan gadget dan laptop agar betul-betul terarah untuk pengerjaan tugas-tugas sekolah dan menggunakannya dengan bijak. Semoga Allah SWT berikan kesabaran dan keikhlasan kepada seluruh guru dan orang tua di Indonesia. Aamiin.

Wabah Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini. Sampai kapan anak-anak belajar di rumah, masih harus terus mengikuti perkembangan yang ada di skala nasional. Wabah yang diturunkan oleh Allah SWT ke bumi ini, tentunya membawa pesan tersendiri bagi umat manusia. Allah ingin semua hamba-Nya kembali ingat kepada-Nya. Mengakui semua dosa dan bertaubat atasnya. Hikmah luar biasa ini harus sampai kepada seluruh anak didik dengan baik agar mereka memiliki pemahaman yang benar akan wabah yang sedang melanda saat ini

Agar pesan yang sampai kepada para siswa bukan liburan, tapi masa ini sebagai bentuk usaha yang diambil oleh Pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus tidak semakin meluas dan mengurangi resiko penularan bahkan kematian

Selain itu juga, untuk menumbuhkan kepekaan pada diri para siswa dengan memaksimalkan kemandirian, tanggung jawab dan semangat kerjasama dalam menyelesaikan semua tugas-tugas sekolah dan tugas di rumah bersama orang tua dan anggota keluarga. Mereka tidak bermalas-malasan dengan banyak tidur atau main game, tapi sebaliknya menjadi lebih baik kualitas ibadah, kemandirian, tanggung jawab dan kepeduliannya. Semakin terasah kreatifitas dan inovasinya.

Oleh karena itu, SMPIT Insan Kamil Sidoarjo mengemas pembelajaran Daring tidak hanya mengejar ketuntasan akademik semata, tapi juga memaksimalkan tugas ibadah, penuntasan sikap/gerak, penuntasan bacaan dan hafalan Al Qur’an. Dipadu dengan tugas-tugas life skill dan birrul walidain, agar keberadaan mereka di rumah yang cukup lama mampu memberikan manfaat orang-orang di sekitarnya dan meringankan beban orang tua yang juga mendapatkan dampak tersendiri oleh wabah ini dengan WFH-nya.

Tugas-tugas tersebut didesain sedemikian rupa dengan berfokus pada bertambahnya pemahaman siswa, meningkatnya kritikal thinking dan daya analisa terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Termasuk wabah Covid-19 menjadi tema tersendiri dalam 2 pekan pembelajaran Daring selama ini. Hal ini bertujuan untuk memberikan bekal pemahaman yang cukup kepada para siswa akan masalah yang sedang terjadi, karena mereka adalah calon-calon pemimpin di masa depan yang harus terus diasah kepekaan dan instingnya sejak dini.

Tugas-tugas yang diberikan berupa project setiap hari yang harus diselesaikan dalam bentuk video, makalah, dan tulisan tangan. Dan dalam pengerjaannya mereka harus melakukannya dengan melihat berita di televisi, mencari literatur atau informasi di google, wawancara orang tua, studi Al Qur’an atau tafsir dan bisa bertanya kepada saudara yang memiliki cukup pemahman akan hal ini.

Sudah menjadi tugas sekolah untuk memberikan pemahaman dan edukasi yang benar kepada para siswanya agar anak didik mampu menyikapi dengan benar wabah yang sedang terjadi dengan meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT, memperbanyak doa, meningkatkan kesadaran, kepekaan dirinya terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya dan lingkungannya serta mematuhi tata aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam penanganan wabah ini. Tetap menjaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat, olah raga dan istirahat yang cukup. Tetap berada di rumah tidak keluyuran. Tetap fokus dengan tuags-tuags sekolah. Serta patuh terhadap protokol Social (Physical) Distancing, menggunakan masker dan membawa hand sanitizer jika harus keluar rumah.

Semoga dengan demikian, anak-anak memiliki pemahaman yang benar akan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Ikut mendukung gerakan pemerintah dengan tetap semangat belajar di rumah, tetap fokus dan serius dalam daring walau kadang rasa bosan tiba-tiba menghampiri, tetap betah di rumah, tetap sabar dan ikhlas sampai semua kondisi pulih kembali.

Semoga Allah segera mengangkat wabah ini. Seluruh guru, orang tua dan anak-anak didik di tanah air diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT. Aamiin.

COMMENTS

  1. Shinta
    September 18, 2020 Reply

    Amiin

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *