Mempertahankan Semangat Belajar di Era New Normal

Oleh :

Shinta Dewi Anggraini, S.Si, Gr

Mempertahankan Semangat Belajar di Era New Normal

Kehadiran virus corona ke Indonesia pada pertangahan bulan Maret 2020 membuat banyak sekali perubahan dalam berbagai bidang, termasuk dalam pendidikan. Dengan tujuan mengutamakan keselamat, maka siswa tidak diperkenankann lagi untuk hadir ke dalam gedung sekolah.

Situasi pandemi mengharuskan semua siswa dan guru berdiam diri dirumah dengan tujuan untuk menjaga kesahatan, selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan system imun, dan melindungi diri dari serangan virus corona.

Situasi ini tidak membuat siswa dan para guru untuk berhenti membuka buku. Aktivitas belajar harus terus berjalan. Pendidikan adalah yang utama. Dari sinilah mulai bermunculan webinar yang diisi oleh para pakar pendidikan, dan diselenggarakan oleh berbagai institusi pendidikan. Mulai dari Bagaimana pembelajaran di era new normal, Pengembangan literasi dalam Pandemi Covid-19, persiapan mental menerima perubahan, Pembuatan RPP selama PJJ, Membuat video pembelajaran, dan masih banyak lagi. Tidak lain tujuannya adalah untuk mempersiapkan para pendidik untuk dapat mempertahankan proses belajar mengajar agar tetap berjalan meskipun di rumah saja. Para pendidik disiapkan untuk menerima perubahan yang sangat cepat , mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mampu membuat kegiatan pembelajaran jarak jauh yang menarik bagi siswa.

Namun fakta di lapangan, tidak semua guru dan wali murid siap dengan perubahan pola pembelajaran ini. Dalam video berdurasi tidak kurang dari 10 menit, seorang ibu berbaju merah dengan logat kedaerahannya mengeluhkan pembelajaran yang dirasa begitu berat baginya. Dalam keluhannya, dia harus menggantikan pekerjaan guru bagi anaknya, namun biaya sekolah tetap dibayar utuh. Tugas berdatangan setiap hari tanpa ada penjelasan secara langsung dari gurunya, hal ini sangat membuatnya stress, disamping dia harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, serta mengurusi bisnis keluarga. Intinya dia menginginkan agar sekolah segera dibuka kembali.

Lain pula video yang sudah menyebar di whatsapp grup dengan durasi tak lebih dari 3 menit, video tersebut memperlihatkan bagaimana seorang ibu memukuli anaknya yang berusia sekitar 6 tahun, karena anaknya tidak mampu menyelesaikan tugas dari gurunya.

Dari permasalah ini, pembelajaran Jarak Jauh bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang guru, namun harus ada kerja sama yang harmonis antara orang tua dirumah dengan guru. Semakin rendah jenjangnya, semakin rumit permasalahannya. Sikap mandiri dan keterampilan menggunakan IT sebagian besar sudah dimiliki oleh siswa di jenjang sekolah menengah, namun untuk siswa jenjang SD, apalagi TK, masih membutuhkan bantuan orang tua dalam mendownload, menyimak, merekam suara, merekam video, dan mengirimkan kembali tugas-tugas kepada gurunya.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah mencari cara bagaimana guru mampu membimbing siswa agar dapat mencapai kompetensi di jenjangnya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah, tanpa membuat orang tua stress, terutama para ibu.

SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 mentri mengharuskan guru agar mengutamanakan keselamatan siswa. Tidak hanya keselamat fisik, namun juga keselamatan psikis yang dapat menyebabkan siswa stress dan putus asa belajar

Membuat Pembelajaran Menjadi Tidak Garing

Bagaimana solusinya? Berikut adalah beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membuat pembelajaran menjadi tidak garing :

  • Pembelajaran Mandiri Terstuktur
  • Sekolah memberikan buku dan modul pembelajaran, di awal tahun pelajaran. Dapat diberikan kepada semua siswa dengan cara diambil ke sekolah secara terjadwal agar tidak terjadi penumpukan massa. Buku dan modul ini dapat diperlajari siswa secara mandiri dengan bimbingan orang tua di rumah. Disinilah kemampuan literasi membaca siswa diasah. Siswa harus mampu dan mencoba materi yang disajikan di dalam buku dan modul.

    Media, alat, dan bahan sudah berikan atau diinformasikan kepada wali murid. Jika alat dan bahan disediakan sendiri oleh siswa, maka alat dan bahan harus mudah didapatkan di sekitar rumah siswa.

    Seluruh materi dan latihan untuk mencapai kompetensi di semester tersebut diberikan secara berkala di setiap awal bulan. Siswa dirumah dapat menyelesaikan dalam rentang waktu tertentu.

    Guru dapat menggunakan fasilitas telepon untuk menanyakan kondisi siswa. Disini guru tidak hanya menanyakan ketercapaian pemahaman siswa namun yang utama adalah menayakan kesehatan siswa dan keluarga. Barulah guru bisa menjelasakan beberapa hal yang belum dipahami siswa, selanjutnya siswa dapat membaca kembali buku dan modul yang sudah disediakan.

  • Pembelajaran Online
  • Bagi sekolah yang berada disekitar kota, guru dan siswa tidak memiliki masalah dalam mencari layanan internet. Ada banyak provider yang dapat digunakan, bahkan beberapa penyedia layanan internet telah memberikan potongan harga khusus untuk para guru dan siswa sebagai bagian dari programnya dalam menunjang program pendidikan di Indonesia.

    Dengan layanan internet, memudahkan proses pembelajaran. Metode yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan tatap muka secara virtual, memberikan soft file buku, sof file modul, dan memberikan video pembelajaran.

    [/vc_column_text]

    a. Tatap muka Virtual

    Tatap muka virtual dapat menggunakan aplikasi zoom, google meeting, ataupun video call melalui whatssapp. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan.

    Virtual meeting atau tatap muka jarak jauh memberikan kesempatan guru mampu berinteraksi dengan siswa, berkomunikasi, dan menjelaskan materi dengan melakukan presentasi. Namun jika jaringan internet tidak lancar, baik dari pihak siswa ataupun guru, akan menyebabkan terjeda bahkan baik siswa maupun guru dapat keluar sendiri dari ruang virtualnya.

    Media ini lebih tepat jika digunakan untuk menjalin kedekatan dengan siswa, menanyakan kabar, menanyakan keadaan keluarga, dan kendala-kendala yang dihadapi siswa selama berada dirumah.

    Bercerita kesulihat belajar dan materi pelajaran. Guru bisa menjelaskan sedikit, namun perlu dikuatkan dengan video pembelajaran.

    b. Soft file Modul dan soft buku paket

    Bapak Ibu Guru dapat memberikan Buku pelajaran dan modul dalam bentuk soft file. Untuk memperkaya pengetahuan, beberapa penerbit sudah memberikan secara gratis buku-buku dan modulnya dalam bentuk soft file. Hal ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa serta memperkaya khasanah pengetahuan siswa

    c. Video Pembelajaran
    Adakalanya sebuah materi membutuhkan penjelasan dari bapak ibu guru secara langsung. Di sinilah video pembelajaran dibutuhkan, terutama dalam menanamkan materi konsep, media video adalah yang paling efektif.

    Tidak semua materi disajikan dalam video. Disini guru harus mampu membaca kemampuan siswanya, dan mampu memilih materi mana yang esensi dan sulit dipahami siswa jika hanya dengan membaca dan belajar sendiri di rumah. Para guru dapat mendownload video pembelajaran yang ada di internet. Namun alangkah baiknya jika para guru membuat video sendiri sesuai dengan kebutuhan siswa

    Tidak mudah bagi guru untuk berbicara di depan kamera, meskipun sebelum pandemi sudah terbiasa tatap muka dengan siswanya. Guru harus belajar acting di depan kamera, meskipun hanya kamera ponsel. Guru mulai belajar memilih kata-kata yang efektif, sederhana, dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu agar durasi video tidak terlalu panjang dan menjemukkan bagi siswa

    Penting kiranya guru dapat memberikan bumbu animasi, lelucon, dan adegan dramatisir dalam videonya. Tidak satu arah, namun dapat menyajikan video yang interaktif.

    Hindari memberikan video yang hanya di dominasi oleh tulisan, alih-alih video pembelajaran, namun hanya tulisan yang mengeluarkan suara.

  • Memberikan penilaian dan apresiasi
  • Penting bagi guru untuk memberikan penilaian dari tagihan yang diberikan kepada siswanya. Google Classroom adalah salah satu sarana yang dapat memfasilitasi guru untuk memberikan penugasan dan penilaian. Motivasi dan apresiasi tak kalah penting dibanding dengan angka, agar dapat mendongkrak semangat belajar yang rata-rata menurun sejak memasuki masa PJJ.

    Tidak mudah bagi siswa untuk menyelesaikan tagihannya, setiap siswa memiliki cerita perjuangannya sendiri. Guru dapat memberikan icon bintang, jempol, dan like. Atau dengan suara melalui voice note ‘hebat’, ‘applause buat kamu nak’, ‘luar biasa’, ‘Bapak terkejut dengan perkembanganmu’, dapat dikirimkan kepada siswa melalui whatssapp atau sarana lain. Motivasi, semangat, dan do’a dari para guru memberikan angin sejuk bagi siswa dan orang tua, karena sudah memperikan atas apresiasi dari kinerja yang telah dilakukannya dengan susah payah dan penuh perjuangan.

  • Penugas yang aplikatif dan bermanfaat dalam kehidupan siswa
  • Untuk melatih pemahaman dan keterampilan, guru perlu memberikan penugasan. Namun penugasan yang diberikan adalah penugasan yang aplikatif dan ada di sekitar kehidupan siswa.
    Sesuai dengan Konferensi Pers, pada tanggal 7 Agustus 2020, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, atau biasa dipanggil Mas Mentri sekolah dan para guru diminta untuk melakukan penyederhanaan kurikulum, dan memilih mana materi esensial dan non esensial. Hal ini dengan tujuan agar tidak terlalu memberatkan siswa untuk memahami semua materi yang ada didalam kurikulum dan mengerjakan seluruh tugas yang ada.

    Penugasan diberikan sesuai dengan materi esensial dan diberikan secara jelas dan terukur, tidak menyulitkan siswa jika membutuhkan alat dan bahan. Tidak dilupakan pula penugasan yang berfungsi untuk membentuk karakter siswa. Seperti membersihkan rumah, membantu memasak, dan memijat orang tua.

  • Durasi pengumpulan tugas yang terjadwal
  • Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, orang tua siswa juga demikian. Pemberian tugas dan waktu pengumpulan tugas diinformasikan kepada siswa dan orang tua siswa dengan jelas. berikan waktu yang fleksible dalam pengumpulan, dan toleransi jika ada siswa yang mempunyai kendala dalam pengerjaannya.


    Satu hal yang paling penting dalam membantu proses kelancaran dalam Pembelajaran Jarak Jauh ini adalah kepercayaan.

    Kepercayaan dapat diperoleh dengan komunikasi yang baik antara sekolah dengan wali murid. Harus ada kepercayaan antara kedua belah pihak. Sekolah dan para guru memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas pendidikan para generasi bangsa, memberikan ilmu, kasih sayang, pembetukan karakter anak bangsa dengan mendidik dengan cinta dan keteladanan meskipun dari jarak jauh. Namun sekolah juga memahami akan kondisi yang ada di masing-masing keluarga siswanya.

    Disamping itu Orang tua harus memahami pula bahwa mendidik anak tidak hanya menjadi tanggung jawab guru. Dibutuh kerjasama antara sekolah dengan keluarga. Dibutuhkan kesabaran dalam mendidik anak sendiri. Jalin komunikasi dengan guru, dalam mencari solusi kesulitan belajar.

    Guru memahami kebutuhan siswa dan orang tua, dan orang tua memahami guru dan sekolah.

    LEAVE REPLY

    Your email address will not be published. Required fields are marked *