PENULIS CILIK DARI PECANTINGAN

PENULIS CILIK DARI PECANTINGAN

Oleh:

Ustadzah Amalah

Sebanyak 54 siswa SDIT Insan Kamil Sidoarjo (INKA) mengikuti workshop menulis (15/12/2020). Peserta adalah Duta Literasi INKA yang terpilih dari perwakilan Jenjang 1-5. Workshop ini adalah awalan atau stimulus program Literasi. Kegiatan ini diadakan sebelum anak-anak menuliskan sebuah kisah, agar tulisannya lebih sistematis dan sesuai kaidah penulisan.” ujar Ustadzah Nia, selaku Waka Kesiswaan INKA. Mereka mengikuti workshop online bersama kak Tyas atau yang dikenal dengan nama pena Tyas W. Beliau adalah seorang penulis sekaligus pengurus FLP Sidoarjo yang telah menerbitkan puluhan buku, mengisi berbagai pelatihan, dan kelas kepenulisan untuk anak-anak, hingga dewasa.

Menurut Kak Tyas, “Semangat menulis harus ditumbuhkan sejak dini.” Tujuan menulis adalah mengajak berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menghibur diri. Selain itu, menulis juga bermanfaat untuk melatih kesabaran, menambah ilmu, memotivasi orang lain, dan mendapatkan honor. Tips-tips menulis ala kak Tyas antara lain: pertama, tangkap ide dari apa yang kalian lihat, misalnya gambar atau kejadian nyata yang kalian alami. Kedua, gunakan kaidah penulisan 5W+1H. What: tema apa yang akan di tulis. Who: siapa tokoh dalam cerita kalian. When: Kapan ceritamu itu terjadi. Where: dimana ceritamu itu terjadi. Why: bagaimana penyelesaian konflik ceritamu. Mulailah menciptakan masalah dari peristiwa kecil. Contoh: terlambat bangun tidur, tidak mengerjakan PR, motor ayah mogok. How: bagaimana penyelesaian konflik ceritamu. Ketiga, tentukan klimaks. Jika konflik adalah pertanyaan, maka klimaks adalah jawaban. Teknik kepenulisan, jangan lupa awali kalimat dengan kapital, mengakhiri kalimat dengan tanda titik, dan gunakan tanda titik koma sebelum petik terakhir apabila menggunakan dialog tag. Contoh: “Rotinya enak,” ujar Andi

Pada workshop kali ini, anak-anak diberikan dua tantangan. Tantangan pertama adalah membuat SINOPSIS. Menuliskan ide pengalaman saat PJJ, judul, tokohnya, konflik (masalahnya), dan ending (penyelesaiannya). Tugas ini dikumpulkan ke PJ Jenjang masing-masing kelas untuk di review. Batas waktunya satu pekan setelah acara berlansung. Tantangan kedua adalah membuat NARASI. Mengembangkan cerita dari sinopsis yang telah dibuat, sebanyak 1-3 lembar tiap siswa. Selanjutnya tahapan penyuntingan naskah oleh pihak FLP untuk di bukukan. “Saya suka mengikuti workshop kali ini, bahkan langsung mengerjakan tugas yang diberikan, materi dan acaranya juga menyenangkan.” ujar Rafaat Duta Literasi kelas 5.

Di akhir penutupan acara, Kak Tyas menyampaikan bahwa “Kegiatan menulis sudah ada sejak zaman Rasulullah.” Seperti sahabat Rasul, Ali bin Abi Thalib (Ikatlah ilmu dengan menulis) dan ulama besar Imam Al-Ghazali (Jika kau bukan anak raja, maka menulislah). Semoga anak-anak semakin termotivasi untuk menuliskan kisah hingga terbitnya buku antologi karya mereka

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *